process behavior

Mei 19, 2008
Posting dari mailist “Saudara tua” semoga nambah wawasan
From: TRB <calltrb@yahoo.com>
Subject: Re: [tf-its] lampiran 1
To: tf_its@yahoogroups.com
Mengerti process behavior/perilaku proses secara alamiah memang perlu waktu yg lama.
Ada seorang dosen matematika terapan di ITS bilang, bahwa seseorang bisa dikatakan mengerti process bila dia bisa menterjemahkan process kedalam bahasa matemaik, dan mengerti arti fisis apa yg tertulis di matematik tsb.
Dalam rangka mengerti perilaku proses bisa dengan cara :
  1. mengamati perilaku proses tsb secara langsung , namun perlu banyak waktu dan kejadian yg mungkin bisa mengajari kita. Itupun bila kita mampu menerjemahkan atau mengambil hikmah dari pelajaran2 langsung tsb. banyak yg mengerti tapi tidak bisa mencerikatakn pada orang lain baik lisan maupun tulisan. Sehingga banyak orang2 yg expert di sebuah proses misal pabrik gula di Indonesia, tidak bisa menuliskan SOP. Hanya dengan kata “pokok e. ngene toh mas”……he..he..
  2. mempelajari dalam bentuk model. Definisi model adalah artifak/buatan manusia yg menyerupai aslinya. Dapat berupa persamaan, grafik, bentuk fisik, dll…mulai yg hanya berupa 1 garis lurus sampai yg kompleks (termasuk foto model..he..he..he..). Tujuan membuat model mempelajari perilaku benda aslinya, mungkin karena mahal, memakan waktu lama, berbahaya, kurang menarik,dll bila dilakukan di benda yg sebenarnya. Tinggal berapa “valid” model kita dengan actual (bisa dilihat dari penilaian statistik, yg tidak lain adalah error dan turunan2nya). Dari model itu kita simulasikan sesuai skenario yg kita inginkan, dari situ kita akan banyak menganalisa dan sintesa model kita. Model bisa kita turunkan dari persamaan dasar kimia-fisika, dengan mengabungkan persamman empiris dan data atau dengan black box ,…sesuai “tujuan dan ketersediaan data”. Paling sederhana adalah tulis hukum kimia fisika sehingga kita bisa mengetahui bila sebuah variabel berubah bagaimana variabel yg lain, seberapa kuat hubungannya secara sederhana dan linier (oleh sebab itu pengetahuan dasar yg kuat sangat penting) atau dengan menggunakan soft2 komersial seperti Hysys, Aspen, Petrosim, dll yg juga mudah dipelajari.
OK? Mhn saran bila ada yg kurang. Selamat berkarya, dan semoga selalu sukses. Amin
Salam
aTRB

FILOSOFI PROCESS CONTROL

Mei 19, 2008

DARI MAILIST ‘SAUDARA” (tf_its@yahoo.com) moga bermanfaat :

On Wed, 5/7/08, TRB <calltrb@yahoo. com> wrote:

From: TRB <calltrb@yahoo. com>
Subject: [tf-its] lampiran 1
To: “tf its” <tf_its@yahoogroups. com>
Date: Wednesday, May 7, 2008, 3:19 AM

Maaf..lampirannya mendal karena kebesaran..sy bagi 2 file dalam 2 kali kirim email.

Dari sistem kontrol yg sederhana kita dalat mengambil hikmah,

Dari feedback kontrol mengajarkan kita selalu introspeksi diri, salah di awal sudah biasa, jgn takut salah, kerjakan tanggung jawab sendiri dengan sebaik2nya, kalau bisa kurangi interaksi yg merugikan teman atau tetangga loop kita.

Ratio kontrol menunjukkan kita harus proporsional. Kepentingan individu dan sosial, karir dan rumah tangga, dst…kalau bisa semua untukNYA

Feedforward memberikan petunjuk agar kita selalu bersiap sedia menghadapi cobaan dan ganguan, dengan selalu berfikir positif dan proaktif.

Cascade menyadarkan kita arti pentingnya hubungan antara pemimpin dan anak buah, Tuan dan hamba…tentang kepatuhan dan saling menghormati.

Split range memberikan arahan agar kita berbagi tugas sesuai bidang kita masing2.

Selective Control (Override) memberikan ilham agar kita selalu mengerjakan sesuai skala prioritas, sebab kata buku manajemen, orang yg berhasil adalah orang yg bisa mengatur skala prioritas dalam hidupnya.

Dari layer2 control kita belajar bagaimana bekerjasama dengan sejawat, mematuhi/menghormat i atasan walaupun terkadang seolah2 menggangu loop kita.

Cuma sayangnya dalam mesin kontrol ini tidak punya kasih sayang.

Karena kita punya, maka berikan/kerjakan lah dengan kasih sayang.

Semoga seklalu sukses semuanya. Amin

Salam

aTRB


link versi .ppt belajar pengendalian proses dari bpk wahid dosen UI

Mei 15, 2008

Diktat Pengendalian Proses (versi 2007)

Disusun berdasarkan:

Buku Utama:

  • T. Marlin, Process Control: Designing Processes and Control Systems for Dynamic Performance, 2nd Edition,McGraw-Hill, New York, 2000

Buku Pendukung:

  1. Carlos A. Smith, Armando B. Corripio, Principles and Practice of Automatic Process Control, John Wiley & Sons, 1985, ISBN 0-471-88346-8

  2. D. E Seborg, T. F. Edgar, D. A. Mellichamp, Process Dynamics and Control, John Wiley & Sons, 1989, ISBN 0-471-86389-0

  3. Ogata, Katsuhiko, Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan), Jilid 1, Penerbit Erlangga, 1985, Bandung

  4. Bequette, R. W., Process Dynamics: Modeling, Analysis, and Simulation, Prentice Hall,1998

  5. Luyben, William L., Process Modeling, Simulation and Control for Chemical Engineers, Second Edition, McGraw-Hill International Edition, 1990

  6. Kuo, Benjamin C., Automatic Control Systems, Sixth Edition, Prentice-Hall International Editions, 1991

  7. Stephanopoulos, George, Chemical Process Control: An Introduction to Theory and Practice, Prentice-Hall In

untuk download materinya ini link nya : http://www.chemeng.ui.ac.id/~wahid/kendali/diktatpcontrol.htm


Pengendalian proses

Mei 15, 2008

Pengendalian proses adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang melibatkan pembuatan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses tertentu.

Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya.

Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20°C. Pada kasus ini, temperatur disebut sebagai variabel terkendali. Selain itu, karena temperatur diukur oleh suatu termometer dan digunakan untuk menentukan kerja pengendali (apakah ruangan perlu didinginkan atau tidak), temperatur juga merupakan variabel input. Temperatur yang diinginkan (20°C) adalah setpoint. Keadaan dari pendingin (misalnya laju keluaran udara pendingin) dinamakan variabel termanipulasi karena merupakan variabel yang terkena aksi pengendalian.

Alat pengendalian yang umum digunakan adalah Programmable Logic Controller (PLC). Alat ini digunakan untuk membaca input analog maupun digital, melakukan serangkaian program logika, dan menghasilkan serangkaian output analog maupun digital. Pada kasus sistem pengaturan temperatur, temperatur ruangan menjadi input bagi PLC. Pernyataan-pernyataan logis akan membandingkan setpoint dengan masukan nilai temperatur dan menentukan apakah perlu dilakukan penambahan atau pengurangan pendinginan untuk menjaga temperatur agar tetap konstan. Output dari PLC akan memperbesar atau memperkecil aliran keluaran udara pendingin bergantung pada kebutuhan. Untuk suatu sistem pengendalian yang kompleks, perlu digunakan sistem pengendalian yang lebih kompleks daripada PLC. Contoh dari sistem ini adalah Distributed Control System (DCS) atau sistem SCADA.

SCADA merupakan kependekan dari Supervisory Control And Data Acquisition. Sistim Konfigurasi ini banyak dipakai di lapangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan Listrik Tegangan Tinggi (Power Distribution) dan beberapa aplikasi sejenis dimana sistem dengan konfigurasi seperti ini dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang tersebar di area yang cukup luas.

Dalam prakteknya, sistem pengendalian proses dapat dikarakteristikkan dalam bentuk:

  • Diskrit – Terdapat pada aplikasi manufaktur dan pengemasan. Pemasangan dengan bantuan robot, seperti yang umum digunakan pada produksi otomotif, dapat dikarakteristikkan sebagai pengendalian proses diskrit. Sebagian besar proses manufaktur diskrit melibatkan produksi bagian produk secara diskrit, seperti pembentukan logam.
  • Partaian – Beberapa aplikasi membutuhkan digabungkannya beberapa bahan baku spesifik dengan cara tertentu pada jangka waktu tertentu untuk menghasilkan produk samping atau produk akhir. Contohnya adalah pada produksi lem dan perekat, yang umumnya membutuhkan pencampuran bahan baku dalam suatu reaktor yang dipanaskan selama periode waktu tertentu. Contoh lain adalah pada produksi makanan dan obat. Proses partaian biasanya dilakukan untuk memproduksi produk dengan kapasitas rendah hingga sedang.
  • Kontinu – Seringkali proses produksi berlangsung secara terus menerus tanpa terhenti. Pengendalian temperatur air pada jaket pemanas secara terus menerus adalah contoh pengendalian proses secara kontinu. Contoh produksi yang berlangsung secara kontinu adalah produksi bahan bakar. Proses kontinu pada proses produksi digunakan untuk memproduksi produk dengan kapasitas besar.

contoh:

Sebuah termostat adalah contoh sederhana sistem pengendalian dengan loop tertutup: secara konstan mengukur temperatur dan mengatur bukaan kerangan untuk meningkatkan atau menurunkan temperatur ruangan sesuai dengan pengaturan pengguna.

link : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_Proses


Pengendalian Proses (filosofi)

Mei 15, 2008

Apa Intinya?

Inti dari Pengendalian Proses adalah:
1. Anda memahami bahwa proses yang ada di industri, bahkan kenyataan dunia ini, berjalan TIDAK secara statis, tapi DINAMIS.
2. Untuk memahami masalah ini, sulit untuk LANGSUNG melakukan eksperimen di industri, sehingga didekati dengan MODEL. Itu berarti memerlukan pemodelan sistem yang hendak dianalisis.
3. Setelah mendapatkan model dinamik, maka bisa dianalisis karakteristik model tersebut yang diwakili oleh besaran yang disebut konstanta waktu (thau)–menunjukkan kecepatan respon model– dan gain (K) yang menunjukkan bagaimana besaran output dari input yang ada
4. Model juga bisa didekati menggunakan metode empirik berdasarkan data yang berasal dari proses yang akan dianalisis (proses yang sudah ada). Model empirik ini berguna untuk menentukan parameter-parameter kontroler yang optimum.
5. Jadi dengan kita mengetahui model empirik, kita bisa menentukan setelan optimum dari parameter-parameter kontroler yang akan memperkecil overshoot, waktu stabil, dan kesalahan keadaan tunak (IAE).