Analisa Perpindahan Panas Secara Konveksi

Agustus 21, 2008
Untuk menganalisa perpindahan panas yang terjadi secara konveksi, beberapa hal yang berpengaruh terhadap perpindahan panas secara konveksi antara lain yaitu :
  • kecepatan fluida yang mengalir.
  • Viskositas kinematik fluida.
  • Masa jenis fluida.
  • Kapasitas panas fluida.
Untuk aliran yang mengalir pada permukaan plat datar atau yang diasumsikan. ada 2 jenis bentuk aliran fluida yang dianalisa, yaitu pada laminar dan turbulent. jadi langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan kondisi aliran fluida, laminar ataukah turbulent.
bentuk aliran itu dikatehui dari angka reynold number yang didapat. untuk Re < 2×10^5 itu batas aliran laminar. dan Re > 5×10^5 itu untuk aliran turbulent.
untuk menghitung rata-rata perpindahan panas atau total perpindahan panas, tergantung dari angka Nusselt number. Agar perubahan temperatur berpengaruh terhadap besar perpindahan panas berpengaruh, maka harus digunakan teori “Whintaker”.

link: http://royindralesmana.wordpress.com


process behavior

Mei 19, 2008
Posting dari mailist “Saudara tua” semoga nambah wawasan
From: TRB <calltrb@yahoo.com>
Subject: Re: [tf-its] lampiran 1
To: tf_its@yahoogroups.com
Mengerti process behavior/perilaku proses secara alamiah memang perlu waktu yg lama.
Ada seorang dosen matematika terapan di ITS bilang, bahwa seseorang bisa dikatakan mengerti process bila dia bisa menterjemahkan process kedalam bahasa matemaik, dan mengerti arti fisis apa yg tertulis di matematik tsb.
Dalam rangka mengerti perilaku proses bisa dengan cara :
  1. mengamati perilaku proses tsb secara langsung , namun perlu banyak waktu dan kejadian yg mungkin bisa mengajari kita. Itupun bila kita mampu menerjemahkan atau mengambil hikmah dari pelajaran2 langsung tsb. banyak yg mengerti tapi tidak bisa mencerikatakn pada orang lain baik lisan maupun tulisan. Sehingga banyak orang2 yg expert di sebuah proses misal pabrik gula di Indonesia, tidak bisa menuliskan SOP. Hanya dengan kata “pokok e. ngene toh mas”……he..he..
  2. mempelajari dalam bentuk model. Definisi model adalah artifak/buatan manusia yg menyerupai aslinya. Dapat berupa persamaan, grafik, bentuk fisik, dll…mulai yg hanya berupa 1 garis lurus sampai yg kompleks (termasuk foto model..he..he..he..). Tujuan membuat model mempelajari perilaku benda aslinya, mungkin karena mahal, memakan waktu lama, berbahaya, kurang menarik,dll bila dilakukan di benda yg sebenarnya. Tinggal berapa “valid” model kita dengan actual (bisa dilihat dari penilaian statistik, yg tidak lain adalah error dan turunan2nya). Dari model itu kita simulasikan sesuai skenario yg kita inginkan, dari situ kita akan banyak menganalisa dan sintesa model kita. Model bisa kita turunkan dari persamaan dasar kimia-fisika, dengan mengabungkan persamman empiris dan data atau dengan black box ,…sesuai “tujuan dan ketersediaan data”. Paling sederhana adalah tulis hukum kimia fisika sehingga kita bisa mengetahui bila sebuah variabel berubah bagaimana variabel yg lain, seberapa kuat hubungannya secara sederhana dan linier (oleh sebab itu pengetahuan dasar yg kuat sangat penting) atau dengan menggunakan soft2 komersial seperti Hysys, Aspen, Petrosim, dll yg juga mudah dipelajari.
OK? Mhn saran bila ada yg kurang. Selamat berkarya, dan semoga selalu sukses. Amin
Salam
aTRB

FILOSOFI PROCESS CONTROL

Mei 19, 2008

DARI MAILIST ‘SAUDARA” (tf_its@yahoo.com) moga bermanfaat :

On Wed, 5/7/08, TRB <calltrb@yahoo. com> wrote:

From: TRB <calltrb@yahoo. com>
Subject: [tf-its] lampiran 1
To: “tf its” <tf_its@yahoogroups. com>
Date: Wednesday, May 7, 2008, 3:19 AM

Maaf..lampirannya mendal karena kebesaran..sy bagi 2 file dalam 2 kali kirim email.

Dari sistem kontrol yg sederhana kita dalat mengambil hikmah,

Dari feedback kontrol mengajarkan kita selalu introspeksi diri, salah di awal sudah biasa, jgn takut salah, kerjakan tanggung jawab sendiri dengan sebaik2nya, kalau bisa kurangi interaksi yg merugikan teman atau tetangga loop kita.

Ratio kontrol menunjukkan kita harus proporsional. Kepentingan individu dan sosial, karir dan rumah tangga, dst…kalau bisa semua untukNYA

Feedforward memberikan petunjuk agar kita selalu bersiap sedia menghadapi cobaan dan ganguan, dengan selalu berfikir positif dan proaktif.

Cascade menyadarkan kita arti pentingnya hubungan antara pemimpin dan anak buah, Tuan dan hamba…tentang kepatuhan dan saling menghormati.

Split range memberikan arahan agar kita berbagi tugas sesuai bidang kita masing2.

Selective Control (Override) memberikan ilham agar kita selalu mengerjakan sesuai skala prioritas, sebab kata buku manajemen, orang yg berhasil adalah orang yg bisa mengatur skala prioritas dalam hidupnya.

Dari layer2 control kita belajar bagaimana bekerjasama dengan sejawat, mematuhi/menghormat i atasan walaupun terkadang seolah2 menggangu loop kita.

Cuma sayangnya dalam mesin kontrol ini tidak punya kasih sayang.

Karena kita punya, maka berikan/kerjakan lah dengan kasih sayang.

Semoga seklalu sukses semuanya. Amin

Salam

aTRB